29. Kacau

1976 Kata

Bulan dan Bintang turun bersamaan dari mobil. Keduanya mulai melangkah masuk ke dalam rumah yang kini sudah terlihat ramai. Bulan mengembuskan napasnya kecil, dia harus pasang benteng yang kokoh sekarang. "Mama?!" Bintang seperti anak kecil pada umumnya berlari kala melihat Resta yang ada di ruang tengah. Anak kecil itu tersenyum lebar pada ibunya. "Bintang dapat nilai seratus, Ma. Lihat, lukisan ku bagus kan?" tanya anak itu. Bulan tak tahu harus ke mana, wanita itu pun memilih duduk di salah satu sofa kosong. Sementara sofa lainnya sudah di duduki oleh para iparnya itu. "Bintang, sekarang kamu mandi. Bentar lagi sepupu kamu dateng," suruh Resta yang sama sekali tak sudi melirik arah lukisan Bintang yang ada ditangan bocah itu. "Mama!" Bintang mencebikkan bibirnya. Resta selalu begit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN