Grace memeluk Edward dengan erat. Ia menangis terisak. Tidak peduli wajahnya dipenuhi darah. Prokk... Prokk.. Prok.. Suara tepukan tangan yang perlahan diiringi suara langkah kaki membuat Grace melepas pelukan dengan Edward dan mendongak. "Hebat sekali." ujar Alex. Grace menatap Alex dengan sangat terkejut. Alex tersenyum ke arah Viona yang kini mendongakkan kepalanya lalu berdiri. "Kau aktris yang hebat, Viona." Alex menepuk bahu Viona. Tersenyum puas kearah Viona. Begitu pula Viona. "Terimakasih." Viona terlihat menghapus air matanya. Grace menyaksikan itu semua. "Alex. Kau.. apa yang kau lakukan? Cepat bawa Edward ke rumah sakit!" ujar Grace. Tiba-tiba terdengar suara high heels. Dan Devani muncul dari kegelapan. Ia terlihat tengah mengusap air matanya. "Oh astaga. Aku ber

