"Akhirnya istriku datang" Edward segera menghampiri Grace yang baru saja memasuki apartment. Edward hendak mencium Grace namun Grace lebih dulu menghindar dan menjauh. "Kita harus segera berangkat." Ujar Grace melangkah melewati Edward. Ia ingin segera mandi lalu pergi mengunjungi keluarganya. "Wah. Kau bilang seperti itu karena kau sudah makan bersama Devani. Sedangkan aku, suamimu ini kelaparan menanti istrinya datang." Langkah Grace terhenti. Ia membalikkan tubuhnya menatap Edward yang kini memasang wajah pura-pura kesal. "Kalau begitu akan memasak." Grace hendak melanjutkan langkah namun Edward kembali bersuara. "Aku tidak ingin makanan." "Lalu?" Grace kembali membalikkan tubuhnya. "Aku ingin tubuhmu." ujar Edward dengan seringaiannya. Grace menegang seketika di tempatnya.

