Hari menjelang sore. Namun tidak membuat dua orang sahabat menghentikan percakapannya. Mereka berjalan menyusuri taman sembari tertawa bersama. "Ibu mertua yang sangat baik." sindir Devani. Grace justru tertawa. Sedari tadi dia dan Devani tidak berhenti tertawa membicarakan Stefani yang menurut Grace terlalu berlebihan. Memberikan banyak buah tangan dari Amsterdam. Grace bersyukur bisa keluar dari mansion keluarga Jacob. Padahal Stefani mengajaknya untuk menikmati waktu berdua dengan perawatan di salon. Tentu saja Grace langsung menolak, Grace bukan tipe wanita yang suka menghabiskan waktu dan uang hanya untuk ke salon. "Dia juga akan menjadi ibu mertua yang sangat baik untukmu. Jika kau sudah menikah dengan Alex." Devani berdehem. "Em. Itu. Itu belum tentu. Aku takut Mr.Ludwig dan M

