Darren lagi-lagi terbangun terlebih dahulu, ia mantap wajah Tiffany yang kini tepat berhadapan dengannya. Senyum di wajah Darren mengembang kala melihat wajah cantik itu terganggu dengan sentuhannya. “Ehm … Sayang, hentikan! Itu geli,” ucap Tiffany dengan suaranya yang masih terdengar serak. “Kau tertidur dengan nyenyak rupanya,” sahut Darren. “Kau yang membuat aku terlelap semalaman, apa kau melakukan sesuatu lagi pada tubuhku?” tanya Tiffany. “Tidak, justru kau menyelamatkan aku,” jawab Darren. “Apa? Aku? Menyelamatkan kau? Jangan membuat aku tertawa, Sayang,” ujar Tiffany. Cup … Sebuah ciuman mendarat tepat di bibir Tiffany. Darren tersenyum lalu beranjak dari ranjang itu. sementara Tiffany memilih untuk mengikuti langkah Darren yang kini masuk ke dalam kamar mandi. “Kau ingin m

