Gary tengah berdiri dihadapan anaknya itu, tangannya bersidekap menunggu penjelasan dari Alvard. Sementara itu, Gary dapat melihat Tiffany yang masih dalam kondisi tidak sadar. Cukup membuat Gary menggelengkan kepalanya mengingat jika yang ada di hadapannya adalah anaknya sendiri. “Darren akan tiba dalam beberapa jam, kau masih mau hidup atau mati?” tanya Gary. “Pasti ia melacakku dari chip milik Luca,” ujar Alvard dengan menyeringai. “Dasar kau ini!” “Biarkan ia datang menjemputnya, tetapi … ia tidak akan melihat wanita itu hidup setelah keluar dari pulau ini,” jelas Alvard. Gary mengepalkan tangan, mencoba menahan emosi terhadap anak itu. Pria itu berjalan mendekati Tiffany, lalu menyentuh tangannya. Dingin, bahkan Tiffany terlihat seperti manikin hidup saat ini. “Apa yang kau laku

