Samara kembali tersadar di sebuah kamar yang ia kenal. Beberapa kali ia menelan ludahnya dengan kasar, merasa tenggorokannya kering dan haus. Samara melihat pada nakas yang ada di samping ranjangnya, di sana ada segelas air, dan ia meraihnya untuk diminum. Setelah itu, Samara mencoba keluar dari dalam kamar itu dan mencari keberadaan seseorang di mansion. “Mom! Dad!” seru Samara. Tidak ada jawaban dari siapapun yang ia sebut namanya. Malang … nasib Samara beberapa hari ini sepeerti sedang dipermainkan. Kini ia berjalan menuju laboratorium, melihat apakah ada seseorang yang bisa ia temui di sana. Seorang pelayan melewati Samara, ia menatap Samara dengan tatapan takut. Lalu tangannya di tahan oleh anak itu untuk bertanya keberadaan penghuni mansion. “Di mana Daddy dan Mommy?” tanya Samar

