Darren sedang berada di dalam laboratorium. Seorang anak laki-laki tengah berada di dalam tabung kehidupan miliknya. Beberapa kali ia terlihat sedang sibuk di depan layar komputer yang ada di atas meja kerja miliknya. Ia tengah menghapus beberapa ingatan di chip yang terpasang pada bagian leher anak itu. Ya, dia adalah Caius … anak laki-laki yang selama satu tahun ini sedang dalam pengejaran Darren dan beberapa ilmuwan lainnya. Anak itu memiliki otak yang sangat genius, melebihi Samara dan kedua adiknya. Pertumbuhannya juga hampir sama dengan anak-anak Darren lainnya. “Aku tidak menyangka jika anak ini akan memiliki perasaan pada Samara. Beruntung Tiffany tidak melihatnya,” gerutu Darren. “Tuan, kenapa tidak kau buat saja tubuhnya menjadi mutan atau cyborg, ia juga pantas mendapatkan hu

