Andreas tidak bisa melanjutkan lagi pekerjaannya. Dari tadi dia tidak bisa diam, dan gejolak birahi tubuhnya semakin lama semakin menggebu. Kejantanannya kini telah mengeras walaupun dia hanya duduk di sofa sedari tadi. "Apa yang terjadi? Huhh....sialan, bukan waktunya untuk berpikiran gituan sekarang" umpat dirinya sendiri. Tiba tiba pintu kamar terbuka lebar, masuklah Rana dengan gaun pendek tak berlengan. "Rana?" bisik Andreas tak menyangka kalau Rana menepati ucapannya tadi siang. 'Hai..." sapa Rana dengan suara perlahan. Dia melirik Tasya yang membelakangi mereka. Aman! Rana mendekati Andreas yang masih duduk di sofa. Kakinya di lebarkan sehingga dia kini duduk di atas pangkuan pria itu. "Apa apaan kamu...minggir!" Andreas berusaha mendorong tubuh Rana. "ssst...jangan berisi

