"Cafenya belum ada yang urus dan Aku kan satu satunya supplier kue. Jika Aku disini, cafe akan berantakan An." Andreas tidak menjawab, lalu dia menghubungi seseorang melalui ponselnya lalu berbicara dengan serius. "Baiklah, sekarang kita akan menemui Andy." ujarnya setelah memutuskan hubungan telponnya. Andreas dengan wajah sumringah menggendong Ansya di tangan kirinya dan menggenggam tangan Tasya dengan tangan kanannya. Dia tidak memperdulikan tatapan wajah wajah pengunjung mall yang memandangi mereka iri karena kebahagian keluarga kecil itu sangat tercetak jelas pada wajah mereka. Mereka sekarang sedang menunggu Andy di sebuah restoran Jepang. Karena tidak mau terganggu, Andreas memesan sebuah ruangan VIP sehingga Ansya dapat tidur dalam strollernya dengan tenang. Ansya dan Andreas

