#39 Kehilangan

1088 Kata

Andreas terpekur menatap langit langit kamarnya. Baru semalam Andreas dan Tasya  membuktikan cinta mereka di ranjang ini. Masih teringat dengan jelas bagaimana Andreas memuja Tasya dengan segala yang dimilikinya. Kamar ini menjadi saksi akan cinta mereka.  Dia mencium bantal yang semalam digunakan Tasya, harum tubuhnya masih tersisa disana. "Dimana kamu Sya, kenapa kamu meninggalkanku disaat Aku telah terjerat cintamu?"   Berkali kali Andreas berusaha menelepon ponsel Tasya, tidak ada hasil. Nomornya sudah tidak aktif. Dia berusaha mengingat siapa saja orang orang terdekat Tasya. Tedy! satu satunya orang yang pernah dekat dan tahu masa silam Tasya.  Tidak lagi memperdulikan penampilan, Andreas mandi seadanya dan mengambil kaos tak berkerah dengan celana jeans. Lalu memacu mobilnya menuj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN