Bunyi ponsel Andreas membangunkan dirinya yang entah sudah berapa lama tertidur di sofa ruang tamu. Semalam karena terlalu lelah Andreas tertidur begitu saja. Dengan malas dia meraih ponsel yang berada di coffee table "Hmmm..siapa ini?" sahutnya tanpa membuka matanya. "An, bisa kita bertemu?" Mendengar suara yang sangat dikenal nya itu, mata Andreas mendadak terbuka lebar. "Rana?" "Bisa kita bertemu?" Rana mengulang pertanyaannya sekali lagi. "Bi..bisa." "Baiklah, di Cafe Antara sejam lagi." Belum Andreas menyetujui pertemuan itu Rana telah menutup sambungan telepon. Awalnya Andreas ingin menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada Tasya pagi ini, tetapi karena undangan Rana mendadak dan dia tidak diberi waktu untuk berpikir maka diputuskan untuk mengunjungi calon istrinya

