Memasuki rumah Andreas yang megah, terdengarlah suara gelak tawa dari dalam. Tasya menghentikan langkahnya, dia tidak berani melanjutkan sandiwara ini. Namun Andreas menggenggam tangannya dan menganggukan kepala untuk meyakinkan Tasya. "Jangan takut, aku selalu disampingmu" bisiknya. Tasya terkesima dengan kalimat itu, sungguh! Mereka seperti sepasang kekasih yang saling mendukung satu sama lain. Alangkah bahagianya jika semua ini bukanlah sandiwara belaka. Andreas semakin mengeratkan genggamannya ketika mendekati ruang keluarga, dimana keluarga Rana dan kedua orang tua nya tengah bercengkrama. "Pa, Ma" sapa Andreas. "Om, Tante, malam" lanjut Tasya dengan suara bergetar, pasalnya semua mata di ruangan itu kini tengah memandanginya dengan tatapan yang kurang bersahabat. Terlebih dari R

