Pria itu telah mencintai hingga sampai pada titik kegilaan, satu-satunya cara yang terlihat masuk akal bagi pria itu untuk mencintai seseorang. Dirinya yang baru mengenal cinta, menyukai kegilaan yang tercipta karena mencintai wanita seperti Jenny dan sungguh, tak sekalipun ia menyesal karena merasakan perasaan berkecamuk yang membuat dirinya semakin kacau. Hanya saja, kegilaannya semakin menjadi-jadi karena wanita itu seakan tak mampu—atau memang tak ingin mengerti cintanya yang begitu mengerikan—atau juga tak bisa menerimanya. Selepas menghabiskan sarapan, Rio membawa Jenny ke sebuah hotel, tempat di mana pria itu bertemu dengan kliennya. Negosiasi itu terjadi di sebuah kamar suite hotel berbintang lima. Di sana, seorang pria tua berperut buncit dengan beberapa orang mendatangi mereka.

