Perkataan Jenny barusan membuat Altair tercengang sesaat. Jenny tersenyum tipis melihat reaksi pria di hadapannya itu. Selama ini, Altair tak pernah mencintainya. Pria itu hanya mencintai dirinya sendiri. Yang selama ini pria itu lakukan adalah tentang dirinya sendiri. Bagaimana Jenny harus bersikap, dengan kalangan mana Jenny harus berteman, bahkan memilihkan pakaian yang akan Jenny kenakan. Altair hanya merasa kesal karena dirinya sudah pergi meninggalkan kebodohan itu. Pria itu tak bisa menerima kenyataan di mana Jenny terlihat lebih bahagia tanpa rasa yang pria itu sebut dengan cinta. Rasa yang sebenarnya hanya obsesi semata. Ingin memiliki apa yang terlihat bersinar, menyimpannya dengan baik, lalu bisa dipamerkan pada orang-orang agar semua orang bisa mengagumi dirinya yang tampak se

