Alea meringkuk dalam selimut. Setelah Aaro dan Zahra pulang, ia kembali merasa kesepian. Meski ada Marina dan Julian yang menemani, tapi rasanya berbeda. Bersama Aaro dirinya bisa tertawa dan menceritakan apapun. Tapi bukan berarti ia tak senang ada Marina dan Julian di sini. Ia menghargai semua kekhawatiran keluarganya. Hanya saja, ketika bersama Aaro rasanya jadi berbeda mungkin karena mereka sudah bersama sejak kecil, hingga bisa memahami perasaan satu sama lain bahkan tanpa mengucapkannya. Ohh, ini bukan lagi soal cinta terlarangnya pada Aaro. Itu murni rasa nyaman dan kasih sayang bersama saudara. Karena saat ini, hatinya sudah menjadi milik orang lain. "Hei..." Alea duduk sambil bersandar di kepala ranjang. Ia berbicara sendiri dengan harapan Dana memang berada di sekitarnya, han

