Alea tak sadarkan diri. Bahkan setelah operasi berlangsung, dirinya beberapa kali mengalami kejang dan hilang kesadaran hingga membutuhkan perawatan dan pengawasan intensif dua puluh empat jam. Selama itu, ayah Alea yang juga merupakan seorang dokter hampir tak pernah meninggalkan sang putri barang sebentar saja, kecuali jika memang ada urusan yang sangat mendesak. Terkadang, ketika ada urusan mendesak yang tak bisa ia tinggalkan, Aleron atau sahabatnya Ali yang akan menggantikan menjaga sang putri tercinta. Semua sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Alea, tapi kian hari kondisinya kian menurun. Hingga akhirnya Alea harus dipindah ke rumah sakit yang memiliki fasilitas dan tenaga medis yang lebih memadai. Selama Alea berada di ICU, Dana tak beranjak sedetik pun dari

