BAB : 27

1164 Kata

Semenjak pulang sekolah, ia hanya berdiam diri di dalam kamar. Jujur saja, masalah dengan Mirza rasanya seakan merubah hari-harinya. Sebelumnya, mana pernah ia begini ... seakan-akan tak ada kesedihan yang menghinggapi hatinya. Kali ini yang ia harapkan adalah bagaimana papanya bisa pulang secepatnya. Masalah ini harus segera berakhir, karena yang menciptakan adalah beliau dan orang tua Mirza. Ponselnya berdering pertanda ada panggilan masuk, saat ia lihat ternyata nama Mirza lah yang tertera. Ingin rasanya menjawab panggilan itu, tapi balik lagi, niatnya adalah untuk mencoba jauh dari Mirza. "Tahu tidak, saat mencoba jauh darimu rasanya begitu sulit. Kalau bisa memilih, mungkin aku akan memutar waktu, dimana masa-masa saat aku hanya jadi penggemarmu di sekolah. Tak bertegur sapapun,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN