Agak lama Lova terdiam dengan Mirza yang masih memeluknya. "Iya ... aku menyanyangimu," ungkapnya. Senyuman merekah di bibir Mirza saat mendengar itu dari Lova. Ia beralih berdiri dihadapan Lova. "Tapi aku nggak bisa jadi milikmu." "Ada orang lain?" "Ya ... tepatnya orang lain dalam kehidupanmu, kan?" "Siapa?" "Kak ... aku ini cuman gadis SMA yang benar-benar banyak kurangnya. Aku ini egois, labil, cengeng dan berharap semua orang mengerti akan perasaanku. Aku suka marah-marah nggak jelas, kesal nggak jelas. Masih banyak gadis yang mencintaimu ... lebih dewasa sikap dan pemikirannya dibandingkan aku." "Dan apa aku salah jika masih memilihmu?" "Enggak paham, ya, apa yang ku maksud dengan egois barusan? "Masalah di rumah tadi, aku minta maaf," ucap Mirza langsung. Ia seolah menge

