Ruang inti labirin Uroka Hazin masih berdiri sambil mengamati Racto di depannya. Lawannya saat ini adalah seorang Agnar yang memiliki senjata Tyrel bernama Barbaros, sebuah senjata pemberian dewa yang berbentuk kampak besar. Hazin tidak bisa asal bertindak. Itu karena, ia masih belum mengetahui kemampuan apa yang di miliki senjata Tyrel itu, "Baiklah, langkah apa yang harus aku ambil?" Tanya Hazin dalam hatinya. "Ayolah Hazin, apa kau tidak berniat melawan ku?" Tanya Racto, ia mulai mengambil kampak di belakang punggungnya "Bodoh apa ya? Untuk apa dia bertanya seperti itu?" Gumam Hazin, "Yang penting, saat ini aku harus menjaga energi ku. Aku tidak boleh menyia-nyiakannya, belum pasti mereka dapat mengatasi teman orang ini." Hazin terus menatap Racto dengan serius. "Baiklah, aku yang

