Irham terbangun saat jarum jam menunjukan pukul empat pagi lebih sepuluh menit. Seperti biasa dia akan cepat-cepat mandi dan menuju masjid untuk mengumandangkan adzan dan sholat berjamaah di sana. “Bu, Irham ke masjid ya!” serunya saat sudah lengkap dengan stelan koko, sarung dan peci putih. irham memeluk dirinya seraya berjalan, suasana pagi memang selalu dingin dan menyegarkan. Tapi pagi gini, rintih hujan semalam masih berlanjut hingga membuat Irham agak merinding karena kedinginan. Irham masuk ke masjid, menyalakan beberapa lampu yang dimatikan saat malam hari. Dia menuju bagian dekat mimbar dan mulai mengumandangkan adzan dengan pengeras suara. Beberapa orang mulai berdatangan termasuk seorang ustadz muda yang biasa menjadi imam sholat berjamaan di masjid itu. Irham menjabat tangan

