Cewek Idaman Kio

1160 Kata

“Duh, terserah deh. Ini, nih! Buat bayar, aku tunggu di dalem ya!” Kio tak tahan karena tak jauh dari tukang sayur itu ada sebuah tempat sampah dengan aroma menyengat dan lalat yang riang gembira berpesta menikmati sisa sayuran yang hampir busuk. Hafa menerima beberapa lembar uang seratus ribuan. Dia bergeleng kepala, baginya Kio itu sangat boros. Dia biasa belanja sayur tak lebih dari lima puluh ribu, itupun bisa untuk dua atau tiga hari. Kio grasak grusuk masuk ke dalam mobil dan duduk di dalamnya, sambil sesekali melirik spion mobilnya. Melihat Hafa dari cermin cembung itu. Gadis itu nampak piawai memilah sayuran dan lauk pauk yang ada di atas gerobak. Hafa pasti sudah biasa berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti itu. Begitu pikir Kio saat dirinya tak henti memandang Hafa lewat kaca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN