Selama beberapa menit, Embun hanya bisa diam. Bicara dengan Arafuru membuatnya tidak tahu harus bagaimana. Mengapa segalanya menjadi serumit ini? Arafuru sendiri sibuk menatap jalanan yang semakin larut semakin sepi. Dia tetap terlihat tegar, walau pasti hatinya sedang tidak baik-baik saja. “Ini tidak benar. Dia hanya menjadikan aku alasan!” “Tidak. Aku bisa tahu kalau dia serius mengatakan hal itu.” “Tetap saja. Aku tidak tertarik pada pria.” “Kau tahu, itu semakin membuatku sakit hati. Bagaimana bisa kau tidak tertarik padanya disaat dia mengatakan sedang menyukaimu.”ucap Arafuru sedih. “Bukankah ini tidak adil? Aku yang selalu berusaha menarik hatinya, tapi dia malah tertarik padamu.”ucap Arafuru dengan wajah kesal. Embun hanya bisa diam. Dia masih tidak percaya kalau Langit memi

