Chapter 80 - A Party

1980 Kata

Berdoalah sampai doamu dikabulkan. Hal itu tak berlaku untuk beberapa hal. Termasuk keinginan Embun yang sudah ada sejak lama. Keadaan membuatnya seketika menangis. Sayangnya, perasaan itu tidak bisa diungkapkan kepada manusia lain. Dia tak sanggup terlihat lemah di depan orang-orang itu.  “Sudah belum?”teriak seseorang dari luar. Embun berusaha menyadarkan dirinya. Dia segera keluar dan tersenyum. Dia mengenakan dress paling baik yang dia punya. Bukan dress sederhana yang pernah ia jahit bersama Arafuru. Ternyata, ada waktu baginya untuk terlihat cantik. Dia sudah berubah dibanding dulu. Dia duduk di meja rias sambil melihat wajahnya yang datar. Seketika semua pria itu mendekat ke arahnya. Termasuk Anoda dan Henry.  “Jadi kau akan menggunakan alat rias ini? Aku tidak yakin.” “Aku juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN