Tak ada pilihan lain

2900 Kata

Selama berada di Bali, baik Malik maupun Jenar lebih sering menghabiskan waktu sendiri-sendiri. Harapan Jenar untuk bisa menghabiskan waktu bersama dengan Malik kini hanya tinggal angan. Malik selalu bangun lebih dulu dan keluar dari kamar meninggalkan Jenar sendirian. Seperti pagi ini, Malik sudah berada di tepi pantai sambil menatap lautan luas yang ada di depan kedua matanya. Saat melihat laut lepas, Malik teringat saat dirinya masih bersama dengan Luna dulu. Dimana saat itu dirinya sudah melukai hati Luna. Bayang-bayang dimana Luna yang tengah berjalan menyusuri pantai dengan rambut panjangnya yang tertiup angin, kembali berputar di otak Malik saat ini. Ya Tuhan, maafkan aku. Maafkan aku karena sampai detik ini aku belum bisa melupakan Luna. Kini rasa cintaku semakin besar. Maaf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN