Momen terindah

2779 Kata

Keesokan harinya. Jenar merasakan berat di tubuhnya. Ia pun mulai membuka kedua matanya secara perlahan. Jenar hanya diam, menatap sosok yang saat ini masih tertidur lelap di sampingnya. Ia lalu mengerjapkan kedua matanya berkali-kali. Berharap apa yang dilihatnya hanyalah mimpi. Tapi, saat kedua matanya mulai terbuka lagi, sosok itu masih berada di depan kedua matanya. Dengkuran halus masih terdengar jelas di telinga Jenar. Apa yang sudah aku lakukan? Jenar ingat dengan betul, kalau semalam ia menolak tegas permintaan Riski yang ingin menemaninya tidur di kamarnya. Ia memang sangat ingin membalas perbuatan Malik selama ini padanya. Tapi, Jenar tak melakukannya, karena ia masih mempunyai keyakinan, kalau suatu saat nanti Malik akan kembali ke rumah itu lagi. Jenar menggerakkan tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN