Rapat Orang Tua dan Pertemuan Khusus

2449 Kata

Senyum terukir di wajah murid-murid yang akhirnya bisa menghirup udara pegunungan setelah perjalanan panjang. Mereka mengangkat barang masing-masing ke dalam kamar. Vila yang mereka tempati memiliki halaman luas di depan. Juga ada teras dan tangga di belakang menuju ke hamparan kebun teh. Bagi anak kota, ini adalah pemandangan ekslusif. "Capek juga. Untung semuanya terbayar. kalau tidak, aku akan mengumpat sekolah karena semua ini.” Chasandra menggerutu melemparkan tas yang barangkali seberat setengah dari dirinya kepada Rein. "Rencana, aku butuh rencana yang matang. Pokoknya aku tak mau tahu, diangkatan kita akulah yang harus jadi Puteri Cortex-nya," sambungnya, merehatkan badan di kasur. Anelka tersenyum miring. "Tidak perlu khawatir begitu Chas. Kau cantik, baik, kaya, intinya puny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN