Beberapa hari yang lalu, Debi membuka kotak kecil berwarna cokelat muda, ingin menunjukkan isinya satu persatu kepada ibunya. "Apa itu Deb?" tanya ibunya sembari mematikan televisi. Baginya, tidak ada yang lebih penting ketimbang mendengar cerita Debi, anaknya sendiri. Diraihnya bantal lalu ditaruhnya di pangkuan.. "Ini foto teman-temanku, aku akan menceritakan semuanya kepada ibu selagi ibu ada waktu. Sebentar lagi aku akan tamat, dan betapa lucunya kalau ibu tidak tahu siapa saja yang menjadi temanku. Ibu terlalu sibuk menjaga warung." Debi menampakkan wajah kesal sesaat sebelum kembali tersenyum. Perlu kalian ketahui, walau pun berasal dari keluarga yang tidak mampu Debi bisa bersekolah di Cortex. Dia jadi salah satu murid beruntung yang terpilih menerima beasiswa. Tetapi ajaibnya,

