Bunuh diri bukan untuk menghilangkan nyawa, tetapi untuk menghilangkan rasa sakit Aeera tersenyum ketika melihat sudut kertas yang sedikit bonyok bertuliskan '98'. Dengan malu-malu perempuan itu menyembunyikan lembar ujiannya di bawah laci. Namun, Debi yang sedari tadi melihat Aeera senyum-senyum sendiri, langsung mengambil kertas yang dipegang sahabatnya itu dengan beringas membuat kertas itu bertambah bonyok, bahkan hampir sobek. "WAHH... AEERA DAPAT SEMBILAN DELAPAN..." Teriakan Debi menggema membuat suara berisik yang sedari tadi terdengar kini hening. Dua detik kemudian terdengar suara tepuk tangan. “Wah selamat Ra…” sahut Juita dan Arabelle bersamaan. "Sembilan delapan? Aku bertaruh Edward dapat seratus," Alex tersenyum lalu menyikut lelaki di sebelahnya yang mengalihkan pa

