Mobilku berhenti di depan rumah, namun alih-alih masuk aku hanya menghentikan kendaraanku di depannya, duduk dan menatap bangunan itu sambil tercenung. "Apa yang terjadi sekarang, kenapa aku terjebak di antara mereka semua. Harusnya aku berada di rumah, menghabiskan waktu bersama kedua anakku dan berbagi kasih dengan suami tercinta. Apakah tujuanku mencari jawaban membuatku akhirnya memutuskan cerai. Andai sebelumnya aku tidak tahu, mungkin aku masih bahagia atau setidaknya bisa mengabaikan semua itu dan berpura pura bahagia." Semakin tenggelam dalam pikiran, semakin galau d**a ini menutuskan yang terbaik. Hinggga akhirnya aku mengembuskan napas pelan lalu keluar dari dalam mobil. Ketika masuk, kutemukan suamiku sudah menunggu di ruang tamu, ia langsung bangkit ketika melihatku datang

