120 jadi

968 Kata

"Nyonya yakin?" "Lalukan saja ketika situasi tidak terkendali,' balasku pelan, nyaris tak terdengar. "Aduh, saya gugup tentang ini Nyonya," balasnya dengan suara bergetar. "Jika tak ada jalan keluar lain, kurasa hanya itu solusianya, tapi aku masih berharap Mas Yadi tidak dipindahkan ke rutan yang aksesnya sulit, namun kita harus tetap berharap positif bahwa mungkin ia hanya keluar sementara dari tempat itu," bisikku. "Saya harus tutup telponnya, karena saya harus pergi," ujarnya terburu-buru. "Ya, tetap kawal semua prosesnya." "Siap, Nyonya." Setelah mengembalikan ponsel tersebut, aku kembali tercenung, kurasa aku harus bertindak, percuma diam begini, aku tak bisa duduk dan menunggu semuanya jadi lebih kacau, jadi, kuputuskan bangun dan melakukan sesuatu. Kulirik jam, sudah menu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN