jalang

1246 Kata

Aku ke rumah sakit untuk menemui Mas Yadi, aku bertekad untuk membicarakan masalah ini, aku ingin dia meluluskan permintaanku untuk bercerai darinya. Tapi kemudian, aku berpikir, mengapa aku harus mengatakannya dnegan frontal? mengapa aku tidak diam-diam saja, sembari berpura-pura aku akan mengejutkan suamiku itu. Selagi membuka pintu kamarnya, kulihat ia sedang disuali kartika dengan mesra, tangannya menggenggam tangan Kartika sedang matanya menatapnya dengan sorot hangat penuh cinta. Sorot yang jarang sekali beradu dengan bola mataku. "Oh, kamu di sini?" tanyaku, entah mengapa aku merasa jadi orang bodoh mendatangi Mas Yadi. "Oh, sakinah, ini kamu, kupikir kamu tak akan datang lagi," balasnya memberikan senyum miring yang mengejek. "Bantu aku Tuhan, agar aku tak menampar mulut lancan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN