Ditemani empat pria bertubuh tinggi besar, memakai masker dan jaket kulit, aku diantar ke sebuah villa di bukit pinggir kota. Bukit tersebut strategis karena lokasinya privat dan dibawahnya ada teluk yang airnya jernih dan dijadikan dermaga pribadi pemilik villa. Sesampainya di sana, kami parkirkan mobil dan memindai keadaan sekitar yang cukup sepi. "Gerbangnya di kunci," ungkap salah seorang anak buah Bendi. "Lalu apa yang kita lakukan?" "Coba periksa bagian belakang, mungkin ada celah yang bisa dijadikan pintu masuk," perintah Bos preman itu. "Siap Bos." Anak buahnya bergerak cepat. "Anda tunggu di mobil dan jangan kemana-mana, biarkan saya memeriksanya," ujar Bendi. "Gak bisa Bendi, saya mau memeriksa sendiri," ujarku hendak membuka pintu mobil. "Tunggu saja di sini atau kamu k

