"Kami bisa membawanya dengan paksa atau mengambil tindakan keras," ucapnya masih berusaha menarik tanganku. "Hentikan, lepaskan dia atau aku akan lupa hubungan baik dengan nyonya kalian, sebagai gantinya, aku akan pergi ke sana dan bicara. Jadi bawa aku saja," ujar kolonel William. "Jangan!" cegah anak-anaknya dengan tegang. "Jangan khawatir, tak akan terjadi apa apa padaku," balasnya. "Tidak, kami tidak Anda jadi tolong bekerjasamalah demi hubungan baik anda dengan nyonya kami," balas pria pria itu. "Aku tetap tak setuju, bisa jadi wanita ini akan dipaksa mengugurkan janinnya, kalian memaksa dia naik ke meja aborsi dan menjadikan dia trauma karena hal tersebut. Kau pikir aku bodoh? Aku akan pergi menemui Erika. Jadi lepaskan wanita muda itu." Karena tidak punya pilihan lain akhirn

