"Duduklah Bella tante akan menuangkan teh manis untukmu," ujarku sambil tersenyum. "Baik, Tante," balasnya lirih. Kutuangkan segelas teh sambil melirik kedua anakku yang terlihat juga canggung dan saling melirik satu sama lain. Aku memberi isyarat senyuman kepada mereka agar mulai menyapa saudara tirinya. "Bagaimana dengan progres kursus bahasa Inggrismu? Kayaknya kamu udah ketinggalan jauh deh," gumamku sambil menyodorkan cangkir teh kepadanya. "Aku, tertinggal," jawabnya lirih. "Mulai besok tante sendiri yang akan mengantarmu dan memastikan kamu nyaman berada di pusat pelatihan, nanti akan bicara kepada gurunya untuk memberikan tutor terbaik kepadamu," ujarku. "Ya, seperti yang selalu dilakukan Mama kepada kami," ujar Imel yang sukses mengalihkan perhatian mas Didit dan anaknya. M

