di ujung jalan

1080 Kata

Aku nyaris terlempar dari mobil jeeep yang berjalan dengan kencang dan menabrak apa saja yang menghadang. Pria yang sedang mengemudi di depanku, dia mengenakan topi hitam, rambutnya dia potong cepak tipis, dan sorot mata coklatnya yang dulu pernah meneduhkan hatiku, kini terlihat berapi-api dengan apa yang terjadi. Namun di sisi lain, padaku hari ini, dia kembali menatap dengan sorot yang sama, penuh makna mendalam, seperti tatapannya dulu, ketika ia masih menjadi milikku, hanya milikku. "Hati hati, Mas!" Aku menjerit ketakutan, karena kami terus diberondong tembakan s*****a. Kaca belakang pecah, tapi tidak semua, suara peluru yang berdesing membentur body mobil dan teriakan para anggota Mas Didit yang menyuruh kami berhenti, aku seolah berada di perang dunia ketiga, seram sekali. "Du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN