Bohong jika Shena tidak menyadari keanehan dari Reygan. Sudah sekitar dua minggu Shena kembali ke kota perantauan. Nyaris menghabiskan waktu selama dua minggu ini untuk menyelesaikan laporan magang, bimbingan, sampai pada pengerjaan revisi. Selama dua minggu pula, tidak sekalipun Shena bertemu Reygan. Hanya saling berbalas pesan pun kadang-kadang. Tidak sesering sebelumnya. Atau saat menelepon, Shena hanya mendapati suara Reygan yang nampak lelah. Sampai akhirnya ketiduran karena mendengarkan Shena mengoceh. Shena tidak menganggap serius hal semacam itu. Shena paham betul bagaimana Reygan. Alasannya jelas bukan karena Reygan menyembunyikan hal seperti, ada perempuan lain yang sibuk dihubungi. Shena tahu, Reygan bukan laki-laki semacam itu. Reygan cenderung tidak memperhatikan perempuan

