Sisi Lain Dari Alena

1901 Kata

Hampir setengah jam Ega duduk di depan cermin. Mengenang kembali apa yang telah ia alami satu hari. Selain ikut membantu pemakaman nenek dari sahabatnya, hari ini Ega juga merasa lega. Karena masalah yang sedang ia hadapi sudah selesai. Pagi-pagi sekali, ia telah berangkat bersama Andrean. Menuju ke rumah ayah mertua sang kakak. Membayar seluruh hutang yang ada. Bukan hanya itu, saat diskusi tersebut berjalan alot, Andrean terpaksa mengakui bahwa Ega adalah calon istrinya. Tak ayal, pengakuan yang meluncur dari mulut Andrean membuat Ega merasa tersipu. Siapa yang tidak ingin memiliki calon suami seorang pria yang sangat sempurna seperti Andrean. Namun, Ega harus tahu diri siapa dirinya dan siapa pula Andrean. Apalagi, saat perjalanan pulang, Andrean kembali menegaskan. Ia melakukan ini sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN