Andrean menghentikan mobilnya di depan sebuah taman. Pria itu cukup kesal melihat Azmi yang hanya diam di sepanjang perjalanan. Padahal, ia telah berbicara panjang lebar tentang masalah yang sedang sedang mereka alami. "Kenapa kamu hanya diam, Mi. Setidaknya ucapkan satu atau dua kata." Ucap Andrean. "Tidak ada yang harus kita bicarakan, Bang. Kamu jangan ikut berpikir seperti Alena. Aku akan tetap mempertahankan rumah tanggaku. Kamu tahu, Bang? Tidak mudah hidup tanpa sosok seorang ayah. Aku sudah mengalami hal itu. Jadi aku mohon padamu, jangan ikut campur terlalu dalam!" Azmi membuka pintu mobil. "Jangan pergi! Maaf. Aku tidak akan membahas ini lagi. Aku akan mengantarkan kamu ke kantor, bukankah kamu ingin bertemu dengan Ega?" Andrean meraih pergelangan tangan Azmi. "Aku bisa n

