Pemakaman Eza dilaksanakan dengan cepat. Ranti - yang memaksa untuk keluar dari rumah sakit ketika mendengar kabar duka dari Khadija - menggenggam tangan Alia dengan erat, meskipun ia juga masih duduk di kursi roda. Ia tak ingin Alia merasa sendiri di saat sedang kehilangan, setelah Eza tiada. Ia tahu bagaimana Alia, jika sedang berduka. Ranti pernah melihat hal itu sebelumnya, saat Papahnya Alia meninggal dunia. Alia terus saja berdiam diri selama berbulan-bulan, hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang sampai sekarang tak bisa hilang. Kini, Ranti bertekad untuk membuat Alia tak lagi seperti waktu itu. Ia harus menguatkan Alia, agar tak kembali larut dalam duka. "Sabar ya, Lia sayang. Aku akan selalu ada di sini buat kamu," ujar Ranti, yang ikut merasakan kesedihan. Alia mengangguk-angguk

