Mendengar pertanyaan - lebih persis seperti tantangan - yang akhirnya bergulir dari mulut Laila, Alia pun mengeluarkan tape recorder dari dalam saku jaketnya. Ia bersiap memutar tape recorder itu, setelah sebelumnya mempersiapkan diri untuk tidak meledakkan amarah. Semua orang menatap ke arah Alia, mencoba menerka-nerka mengenai apa yang akan gadis itu lakukan dengan tape recorder yang ada di tangannya. Alia pun kemudian memutar kaset yang Anis tinggalkan untuk didengar oleh semua orang, setelah ia rasa dirinya benar-benar siap. "Neng Alia? Neng? Ini Anis..., aku kangen sama eneng," Anis mulai terisak pelan, "Aku pengen ketemu eneng lagi, kaya dulu. Aku butuh penopang, Neng," suara Anis terdengar sangat jelas dalam rekaman itu. Laila dan Amar kembali terpaku di tempatnya. Liana menatap m

