Bagian 52

1544 Kata

Setelah berhasil menidurkan Reyndra, Binar langsung menuju kamar sang kakak. Selepas kepergian Nadia dan Raymon, Pelita meminta berbicara empat mata di kamarnya. Karena Reyndra sedang rewel, Binar baru bisa menyanggupi permintaan Pelita. Dia membuka pintu kamar sang kakak setelah mengetuknya. Sang empunya kamar tampak berdiri membelakangi pintu seraya melayangkan pandangan ke luar jendela. “Mbak pengin ngomong apa?” Saat suara Binar memecah kesunyian, barulah Pelita membalikkan badan agar bisa berhadapan dengan sang adik. “Kenapa kamu enggak pernah bilang sama mbak, Nar?!” todongnya. “Kamu anggap mbak ini sebagai apa?” Binar yang masih tak mengerti arah pembicaraan sang kakak, hanya mengernyit bingung. “Bilang apa, Mbak?” “Baskara … apa dia … ayah dari si kembar?” tanya Pelita dengan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN