“Bas, ngapain kamu bawa aku ke sini?” Pelita menyentak tangannya yang ditarik oleh Baskara, membuat lelaki itu seketika menghentikan langkah. Netra Pelita menyusuri rumah berlantai dua berwarna putih gading dengan pilar-pilar besar yang berdiri menjulang di sudut-sudut teras itu. Perempuan itu kemudian melayangkan tatapan curiga pada Baskara. Pasalnya, saat menjemputnya beberapa jam lalu, Baskara mengatakan akan mengajak pergi ke suatu tempat, mumpung Aruna sedang tinggal di rumah sang papa. Pelita yang mengira Baskara akan mengajak makan malam seperti biasanya pun mengiakan saja tanpa menaruh curiga sedikit pun. Tak dapat dimungkiri, hatinya mulai menerima Baskara kembali karena keteguhan lelaki itu. Kendatipun Pelita sudah menolak puluhan, bahkan ratusan kali, Baskara tetap mengeja

