Bagian 23

1615 Kata

Dengan langkah tergesa, Umi Maira berjalan menuju pintu belakang toko ketika mendengar suara mesin mobil berhenti di depan rumah, meninggalkan Aruna yang asyik menggambar di kursi toko. Keningnya mengernyit kala melihat mobil hitam yang tak begitu familier. Sebelumnya, Umi Maira berpikir kalau Binar sudah pulang dari kantor. Namun, ternyata orang yang keluar dari mobil itu adalah putri sulungnya. Disusul dengan seorang lelaki bertubuh jangkung yang keluar dari pintu pengemudi. “Assalamu’alaikum, Mi.” Pelita segera menghampiri Umi Maira dan mencium punggung tangannya. “Wa’alaikumus-salam.” Seulas senyum menghiasi bibir perempuan paruh baya itu. Matanya yang sempat menatap Pelita sekilas, kini dialihkan ke arah lelaki jangkung yang datang bersama sang putri. Baskara mengulum senyum sebel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN