BAB 33

1797 Kata

Tak perlu waktu lama untuk Rendra mencari alamat rumah Maher, sekarang Rendra sudah berdiri didepan gerbang rumah Maher. Rumah sederhana dengan gaya minimalisnya juga banyak pot-pot tanaman. Membuat rumah ini terlihat sejuk juga asri. Ini adalah rumah Maher sendiri. Sejak bekerja di Bandung Maher memang sudah berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiahnya dan membeli rumah ini. Sebelum masuk Rendra nampak membuang nafasnya kasar. Ia begitu gugup bertemu Maher lagi. Beruntung ibu sudah janji ke Rendra untuk menjelaskan kepada Maher maksud kedatangannya. Ibu bilang Rendra tak perlu takut karena sungguh Maher tak pernah benar-benar membenci Rendra. "Ya Allah. lindungi aku." doa Rendra spontan dan ternyata Maher sudah menunggunya lama dinteras. "Ren.., ngapain masih disitu?!" teriak Maher

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN