BAB 110

1518 Kata

"Ada apa, Mas?" tanyaku sedikit malas. Aku melirik jam di dinding baru pukul 09.00 pagi. "Ada apa gimana? Kamu kok aku perhatikan tidak pernah mengurusku? Malah selalu saja Luna yang yang memperhatikanku. Tidak pernah tidur di rumah. Selalu sibuk di konveksi. Seolah menghindar dariku. Alasan banyak orderan ini itu. Dan sampai saat ini, kamu juga tidak pernah membawa anak yang sering bersamamu itu! Padahal aku sering memintamu untuk membawa anak itu. Aku penasaran dengan anak itu," protes Mas Reyhan. Aku mendengus. " Kalau untuk mengurus kamu memang sudah sepantasnya tugas Luna. Karena istrimu itu Luna bukan aku! Kamu itu sudah menceraikan aku. Jangan pura-pura amnesia lah, Mas! Aku tahu kamu akting! Amnesiamu itu pura-pura!" ketusku reflek keluar begitu saja dari mulutku. "Aku kasih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN