“Kau tidak apa-apa?” Gadis itu langsung berjongkok, kedua tangannya memegangi lengan Raymond dan membantu pria itu berdiri. “Tidak apa-apa,” ringis Raymond. Almoora dengan cepat menarik kedua tangannya dari tubuh Raymond saat pria itu berada dalam posisi setengah berdiri, untung saja Raymond sudah memiliki pertahanan hingga ia tidak terjatuh untuk yang kedua kalinya. Lalu dengan gugup Almoora berlari meninggalkan dapur dan langsung masuk ke kamar, meninggalkan Raymond dan makanan nya yang masih bersisa. “Aish, sial!” umpat Raymond sambil mengusap pantatnya yang sakit. Kemudian senyum tersungging dari bibirnya ketika mengingat Almoora telah membantunya berdiri. Tepat jam tujuh malam, sesuai janji yang telah ia sepakati dengan Ramona, Raymond akan membawa dua wanita itu untuk makan mal

