Suara hingar bingar musik terdengar memekakkan telinga, lampu-lampu berkedap kedip menambah semaraknya suasana hingar di ruangan tersebut. Beberapa pengunjung berjoget riang di lantai yang sudah di sediakan di tengah-tengah ruangan yang luas itu, dan suara DJ menambah semangat pengunjung yang sedang meliuk-liuk kan tubuhnya di sana. Di sudut ruangan, di sebuah sofa yang setengah melingkar Bryan duduk sambil memegang sebotol minuman. Satu tangan nya yang bebas memeluk seorang wanita yang entah ia dapatkan dari mana. Sudah beberapa bulan ia tidak mengunjungi tempat ini dan malam ini Bryan ingin memuaskan kerinduannya pada musik, minuman dan wanita yang sudah tersedia di depan matanya itu. “Kau sangat cantik, Honey,” ujar Bryan sambil mengecup bibir si wanita. Tentu saja kecupan Bryan berb

