Almoora sudah lupa kalau tujuan awalnya keluar kamar adalah ke dapur untuk mengambil segelas air mineral. Ia lupa kalau tadi tenggorokannya sangat kering, ia juga lupa kalau sebelumnya ia sangat membenci Raymond. Sekarang gadis itu tidur sambil memeluk gulingnya dengan erat. “Tidak mungkin! Tidak mungkin!” erangnya di dalam hati. “Pasti dia orang nya, aku tidak mungkin salah. Pasti dia orangnya.” Tidak hanya memeluk gulingnya dengan erat, Almoora juga membenamkan wajahnya ke bantal. Sementara itu di luar kamar, Raymond membuka matanya setelah memastikan kalau Almoora benar-benar telah meninggalkannya. Pria itu tidak bisa tidur, dia tidak bisa memejamkan mata karena isi kepalanya terus di bayangi wajah manis Almoora yang keluar kamar dengan dress coklat muda itu. Pertama kali bagi Ray

