“Kau kenapa?” tanya Maria yang sedari tadi memperhatikan Raymond yang tampak gelisah. “Tidak ada apa-apa, Nyonya.” Jawab Raymond sambil berusaha fokus dengan kemudi nya. Lalu lintas sore ini lumayan padat, berbeda dengan siang tadi saat mereka keluar dari rumah sakit. “Tapi aku perhatikan kau gelisah,” selidik Maria. Raymond menggaruk kepala belakang nya, tentu saja dia gelisah… menurut informasi yang dia peroleh dari Deriyan, Almoora masih berada di sana padahal sudah hampir empat jam dia menunggu. “Sehabis dari apotik, apa Nyonya mau di antar ke tempat lain?” tanya Raymond. “Tidak, aku akan memberikan Almeer vitamin ini.” “Nyonya… apa bisa aku ke kantor habis ini?” Raymond memberanikan diri untuk meminta izin pada Maria. “Kau tidak jadi menghubungi Deriyan?” “Tidak, aku ingin dat

